Jangan Melucu, Semesta

When will I see you again?

I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,

Don’t You Remember – Adele

sebulan sudah lewat,
saat aku terakhir kali melihat matanya

seminggu sudah lewat,
saat aku terakhir kali mendengar suaranya

ada banyak yang berubah,
namun bukan hatiku,
sama sekali bukan itu

kumohon,
jangan melucu, Semesta
jangan biarkan aku masih sama seperti dulu,
saat hadirnya mampu kuatkanku

kumohon,
jangan terus menerus melucu, Semesta
karena jika ia sudah melaju dayungnya,
mengapa aku masih tidak rela?

jangan,
jangan melucu, Semesta

karena ternyata,
keikhlasan lebih sulit dari apa yang kukira.

When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,

Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,

Don’t You Remember – Adele

(masih ada) luka

I don’t know how much more love this heart can lose
And I’m dying, dying from the Exit Wounds
Where their leaving, the scars you’re keeping

(Exit Wounds – The Script)

aku terluka, kamu penyebabnya,
tentu saja ada luka ketika ada raga kita berpisah,
namun hati yang jauh pergi, lebih dari sekedar menginggalkan nyeri

aku tentu akan merindumu,
lebih dalam dari rindu-rindu dahulu,
namun, masih pentingkah itu?

aku tak ingin membicarakan apa yang ada di hati,
karena sungguh,
itu hanya akan menambah nyeri yang masih coba kuobati

‘masih sayangkah kamu padaku?’,
katamu beberapa hari lalu,
kuharap aku mampu menjawab
: ‘selalu, bukankah kamu tahu itu?’

namun, mampukah kamu menyembuhkan luka-luka yang ada karenamu?
mampukah kamu menyelamatkan ragu yang sempat singgah di hatimu?

karena aku tentu ingin percaya,
seperti kita percaya pada cinta,
seperti hidup menganugerahi seorang wanita setia pada satu pria,

ah,
masih ada luka,
masih ada,
kau tak akan mampu merasa,
karena ini ada di hatiku,
: hatiku saja

.

Yeah this is living but without the will
I’m backing out, I’m shutting down
You left a hole, when you walked out

(Exit Wounds – The Script)

siapapun yang berkata ‘aku mampu melupakannya seiring waktu’,
bisakah aku berbicara denganmu?
ada yang salah, kurasa
entah apa, mungkin kita dapat berbagi rasa

karena aku tak mungkin amnesia tiba-tiba dan melupanya,
karena aku (sebenarnya) hanya sekedar belajar untuk hidup tanpanya.

PS :
yes, this is gloomy edition of broken heart. I may want to make a cheer one, soon or in a time that I don’t know. You’ll see :)

Selamat Hari-mu, Mama!

Kemarin, adalah hari Ibu

Kemarin, Mama minta diantar ke Tanah Abang denganku.

Sejujurnya, saya tidak yakin akan sampai di sana. Pertama tentu karena saya tidak punya pengalaman ke suatu tempat yang saya tidak tau dengan mengendarai kendaraan sendiri, terlebih dengan adanya Mama sebagai boncengan.  yang terakhir karena, jauh. tentu saja jauh dari Tangerang, dengan diantar Papap saja rasanya kok tempat ini terletak jauh sekali.

Mungkin logikanya saya bisa saja menolak ya? Namun rasanya tidak plong menolak permintaan Mama tepat di Hari-nya (Hari Ibu). saya (sebisa mungkin) ingin menyenangkannya.

Nothing so special about that, except : I know that she’s happy.

Surgalah itu, Ibu
tempat pertama kali aku hidup,
dari rahim seorang wanita sepertimu

Surgalah itu, Ibu
barisan kata-kata yang tak pernah lelah kau ucapkan,
berikut air mata sebagai lekatnya permintaan,
aku tahu kau mendoakan anak-anakmu pada Tuhan

Surgalah itu, Ibu
semua pengorbananmu atas masa kecilku,
atas waktu-waktu bermain yang mungkin jarang kau berikan,
atas materi kehidupan yang selalu kau ajarkan,
aku tahu,
semua itu agar aku mengerti pentingnya kemandirian

Surgalah itu, Ibu
semua peluh yang kau sembunyikan,
semua risau yang hanya mampu kau rasakan,
aku tahu,
kau hanya ingin aku diselimuti ketenangan

lalu jika Tuhan menawarkan kebahagian,
akan kusebut satu nama untuk Dia dahulukan,
‘surgaku’,
: surgaku adalah kau, Ibu.

Selamat Hari-mu, Mama.
Aku tak akan mampu menjadi seorang aku, jika tanpa kasihmu.

Tangerang, 22 desember 2011

- Tia Setiawati Priatna

(a must read) 30 Things to Stop Doing to Yourself

I read this article. and it gives me 1 second to say out load ‘AHA’.  so, it would be very great, if you want to read it too. it takes time, but it worth to read. Trust me! :)

As Maria Robinson once said, “Nobody can go back and start a new beginning, but anyone can start today and make a new ending.”  Nothing could be closer to the truth.  But before you can begin this process of transformation you have to stop doing the things that have been holding you back.

Here are some ideas to get you started:

  1. Stop spending time with the wrong people. – Life is too short to spend time with people who suck the happiness out of you.  If someone wants you in their life, they’ll make room for you.  You shouldn’t have to fight for a spot.  Never, ever insist yourself to someone who continuously overlooks your worth.  And remember, it’s not the people that stand by your side when you’re at your best, but the ones who stand beside you when you’re at your worst that are your true friends.
  2. Stop running from your problems. – Face them head on.  No, it won’t be easy.  There is no person in the world capable of flawlessly handling every punch thrown at them.  We aren’t supposed to be able to instantly solve problems.  That’s not how we’re made.  In fact, we’re made to get upset, sad, hurt, stumble and fall.  Because that’s the whole purpose of living – to face problems, learn, adapt, and solve them over the course of time.  This is what ultimately molds us into the person we become.
  3. Stop lying to yourself. – You can lie to anyone else in the world, but you can’t lie to yourself.  Our lives improve only when we take chances, and the first and most difficult chance we can take is to be honest with ourselves.  Read The Road Less Traveled.
  4. Stop putting your own needs on the back burner. – The most painful thing is losing yourself in the process of loving someone too much, and forgetting that you are special too.  Yes, help others; but help yourself too.  If there was ever a moment to follow your passion and do something that matters to you, that moment is now.
  5. Stop trying to be someone you’re not. – One of the greatest challenges in life is being yourself in a world that’s trying to make you likeeveryone else.  Someone will always be prettier, someone will always be smarter, someone will always be younger, but they will never be you.  Don’t change so people will like you.  Be yourself and the right people will love the real you.
  6. Stop trying to hold onto the past. – You can’t start the next chapter of your life if you keep re-reading your last one.
  7. Stop being scared to make a mistake. – Doing something and getting it wrong is at least ten times more productive than doing nothing.  Every success has a trail of failures behind it, and every failure is leading towards success.  You end up regretting the things you did NOT do far more than the things you did.
  8. Stop berating yourself for old mistakes. – We may love the wrong person and cry about the wrong things, but no matter how things go wrong, one thing is for sure, mistakes help us find the person and things that are right for us.  We all make mistakes, have struggles, and even regret things in our past.  But you are not your mistakes, you are not your struggles, and you are here NOW with the power to shape your day and your future.  Every single thing that has ever happened in your life is preparing you for a moment that is yet to come.
  9. Stop trying to buy happiness. – Many of the things we desire are expensive.  But the truth is, the things that really satisfy us are totally free – love, laughter and working on our passions.
  10. Stop exclusively looking to others for happiness. – If you’re not happy with who you are on the inside, you won’t be happy in a long-term relationship with anyone else either.  You have to create stability in your own life first before you can share it with someone else.  Read Stumbling on Happiness. Continue reading

Hiding My Heart Away

So this is how the story went
I met someone by accident
who blew me away
who blew me away

It was in the darkest of my days
When you took my sorrow and you took my pain
And buried them away, you buried them away

And I wish I could lay down beside you
When the day is done
And wake up to your face against the morning sun
But like everything I’ve ever known
you’ll disappear one day
So I’ll spend my whole life hiding my heart away

I dropped you off at the train station
And put a kiss on top of your head
I watched you wave
I watched you wave
Then I went on home to my skyscrapers
Neon lights and waiting papers
That I call home
I call that home

I woke up feeling heavy hearted
I’m going back to where I started
The morning rain
The morning rain
And though I wish that you were here
On that same old road that brought me here
Is calling me home
Is calling me home

- Adele

The Fail Me

Hallo, selamat (makan) siang! hehe. Semoga perutmu sudah kenyang, jadi dapat membaca postingan baru saya dengan tenang, hihi.

anyway, tanggal 28 Oktober 2011 kemarin, saya resmi sudah wisuda, yeay! kamu mau tau ceritanya? Ah, itu nanti saja ya. mungkin setelah postingan ini saya buat. kenapa? oh, karena yang saya rencanakan untuk saya posting bukan tentang itu, tapi tentang ini :

Setelah sidang Tesis (4 Oktober 2011 lalu), saya sudah memikirkan akan bagaimana, mau apa, dan kemana setelah ini. pertanyaan standar lah, pertanyaan yang pasti selalu terbersit di benak setiap orang yang merasa ‘saya sudah lulus nih, terus mau ngapain ya selanjutnya?’. Namun, pertanyaan itu seperti keluar ke permukaan setelah wisuda selesai di laksanakan. you know why. ijazah sudah di tangan,  gelar resmi melekat, dan beban yang pasti semakin besar karena ‘what are you waiting for?’ pasti pernah kamu dengar dari mulut orang lain.

Oke, sebenarnya sederhana ya. ketika kita sudah melalui satu tahap sulit, selalu ada tahap lain yang well… bisa dibilang sulit atau mudah, itu tergantung. tergantung caramu menghadapi, tergantung reaksimu terhadap itu, dan tergantung apakah memang itu buatmu. Ga percaya? let me tell you this story.

Saya sempat melamar pada sebuah perusahaan konsultan (swasta) yang tentu bergerak di bidang teknik sipil. perusahaan milik orang Belanda (yang awalnya saya pikir saya bisa coba-coba melamar di sana) ini, ternyata memanggil saya untuk interview. Agak panik, bukan apa-apa, kalo lagi bicara tentang masalah bukan umum (dalam hal ini tentu masalah teknik sipil) dalam bahasa inggris, kosakata saya suka tiba-tiba blank. lupa di tempat (bukan ga tahu lho ya). singkat cerita, saya datang untuk interview di sana. Well, ada hal lucu yang mau saya ceritakan (tenang, ini bukan inti cerita dari postingan kali ini) :P

Jadi, waktu saya ke sana, saya masuk lift, memencet tombol 3 dan kemudian masuklah seorang bapak.

Bapak : ke lantai berapa, mba?
Saya : Tiga, pak. sudah kok (sambil menunjuk ke tombol yang sudah saya pencet)
Bapak : Oh, mau ke sana juga. mau bertemu siapa?
Saya : Mr. ____ (sambil tersenyum)
Bapak : oh, mau interview atau?
Saya : betul, Pak
Bapak : Dia ganteng lho, mba
Saya : (cuma tersenyum)
Bapak : dan masih single
Saya : (manggut-manggut sambil cengengesan)

Sebenarnya, seorang teman yang sudah lebih dulu bekerja di sana (sebut saja dia adalah si A) sempat speaking ke saya, yang kira-kira isinya adalah ‘Yang mau interview kamu bule ganteng lho, dan masih single’. At first sih masih biasa-biasa aja pas denger, tapi pas sampe dan selift sama si bapak yang entah siapa namanya itu, saya jadi semakin penasaran.

Continue reading

Warung Ngebul

Hai, weekend, how are you?

Okay, postingan kali ini saya mau share tempat makan dan nongkrong yang menurut saya oke. Kenapa saya bilang oke? Nah, makanya ini saya mau share, yuk! :)

Namanya Warung Ngebul. Saya ga ngerti sih kenapa dinamakan Warung Ngebul, mungkin karena makanannya selalu dihidangkan dengan panas dan berasap? haha, ya mungkin saja. Lokasi Warung Ngebul ini ada di Dago. Jika kamu melaju dari arah Dago Atas, warung ini ada sebelum persimpangan arah ke Tubagus. Lokasinya memang agak nyempil, tapi pasti ketemu deh kalo kamu jeli.

Awalnya, saya tahu tentang warung ini dari twitter. Entah bagaimana, ada seorang teman yang RT tweet dari Warung Ngebul ini. Nih account dia di twitter : @WarungNgebul. Dari accountnya, kamu bisa lihat peta lokasi dengan lebih detail, hehe. Bionya pun menarik :

Kalo dari Dago atas, ada di sebelum pengkolan ke Tubagus Ismail. Buka 5 sore -12 malam. Senin libur. Mari ngopi ganteng, makan enak dan cemil-cemil centil, yuk!

Setelah saya perhatikan saat pertama kali berkunjung ke Warung Ngebul ini, 3 hal yang disebutkan di bio twitternya adalah tema menu yang ditawakan di sana. Yes, itulah Ngopi ganteng, Makan enak, dan Cemil-cemil cantik. lucu ya? Oke, mari kita melaju ke yang berikutnya.

Dari tempatnya, saya menilai warung ini memang kurang besar dibandingkan dengan tempat-tempat nongkrong asik saya yang lain. ‘tempat nongkrong asik’ buat saya dalah tempat yang saya rasa nyaman untuk membaca buku, menulis buku, mengerjakan tugas, sampai saya sendiri lupa waktu dan harus diusir pelayannya untuk pulang. Contoh ya : Ngopie Doloe dan Tree House. Yes, jadi memang ga semua tempat makan bisa masuk ke ketegori ‘tempat nongkrong asik’ buat saya. dan Warung Ngebul? sure thing. tempatnya nyaman, walau memang tidak terlalu tenang karena letaknya yang pas di pinggir jalan raya, tapi masih asik kok. coba lihat foto yang saya ambil ini. menurut kamu gimana?

Ini dia Warung Ngebul dari penampakan HP saya

Nah, ini mungkin satu-satunya meja khusus untuk berdua, hehe

Continue reading

μπαμπάς

Hai, selamat siang, kalian.
Bandung sedang cerah sekali di siang hari ini, mungkin kelewat cerah sampe kalo dipakai untuk berjalan kaki pasti jadi berkeringat, huehe.

sekarang ini, saya tidak sedang ingin menceritakan apa-apa yang spesifik, hanya ingin menuliskan sesuatu. sesuatu. sesuatu.

Ada kalimat yang saya baca di sebuah web beberapa saat lalu (sebelum akhirnya saya memutuskan untuk mengabadikannya di sini) :

dear Daddy,

No matter where I go in life,
who I get married to,
how much time I spend with guys,
how much I love my boyfriend,

you will always be
my number one man

sincerely,
your little girl

I don’t know where to start, I even can’t tell him those words, but it’s true. It really is.

sejak saya mengerti betapa banyaknya pengorbanan yang ayah saya lakukan untuk saya, rasa-rasanya ketakutan untuk mengecewakan dia menjadi semakin besar dari dari ke hari. bagaimana jika saya tidak begini? tidak begitu? what if, I can’t be a perfect daughter for him?

and what if, he ever read this post?

and I know (someday) he will

:)

PS : jadi, kamu bertanya-tanya apa artinya ‘μπαμπάς’? Minta tolong google ya :D

26!

Selamat senja, semesta, hehe. Sekarang memang sudah senja (waktu bagian Bandung)

Sesuai dengan postingan saya tepat sebelum ini, oleh karena daripada itu, maka daripadanya (pasti kalo saya lanjutin akan dikeplak, hihi), ehem… jadi karena itu, saya akan menunaikan janji saya, sebelum lupa, sebelum disibukkan lagi dengan ini itu, dan sebelum akhirnya saya benar-benar ada waktu tapi sudah lupa apa yang terjadi sebulan yang lalu.

Yap, apa yang mau saya ceritakan memang tentang ulang tahun saya ke 26. Tua? ah, perasaan kamu saja (ketawa geli). sebenarnya, tua itu bukan pilihan, tapi takdir. jadi ga usah deh di sebut-sebut, diem-diem aja. lagian saya masih merasa muda kok, soalnya masih ada yang nebak saya SMU (kalo lagi pecicilannya keluar kayanya, haha).

Anw, ulang tahun saya adalah tepat di tanggal 27 September lalu. Mama saya melahirkan saya 26 tahun yang lalu, dengan keadaan yang imut dan lucu, putih, sipit, dan rambut pirang kaya rambut jagung. sekarang? ah, ga usah nanya-nanya, itu kan di samping kanan situ ada fotonya :P So, apa yang istimewa di ulang tahun saya tahun ini? Dengan senang hati saya akan bilang, bahwa semua yang Tuhan beri untuk saya di pertambahan usia saya adalah semua hal yang saya harapkan.

1. Lulus S2 dengan nilai Tesis A (sungguh saya tidak sedang pamer :P ), dan berhasil dengan susah payah mengusahakan untuk diizinkan wisuda di akhir Oktober ini. Detailnya mungkin ga perlu diceritain lah ya, intinya, perjuangan saya rasanya membuahkan hal yang indah di akhir. Alhamdulillah, ini adalah kado terindah dari Tuhan untuk saya di tahun ini.

2.Dukungan Orang tua, pacar, sahabat, dan teman-teman dekat, yang saya rasa tidak ada putusnya. Jadi, apa yang kurang dari itu semua? :)

3. Tiket nonton konser The Script. Ah, seseorang yang saya sayang (ehem), sempat mengingatkan saya akan postingan setahun lalu, coba kamu klik ini. Nah, jadi di nomor 10 itulah letak hadiah yang ternyata saya dapatkan di tahun ini. yeay! Seneng banget rasanya bisa mewujudkan ini. Karena, yah.. kapan lagi mereka ke sini? Kamu mau ikutan nonton juga? yuk! :D

Tiket Nonton Konser The Script darinya :*

Continue reading