Hallo, selamat (makan) siang! hehe. Semoga perutmu sudah kenyang, jadi dapat membaca postingan baru saya dengan tenang, hihi.
anyway, tanggal 28 Oktober 2011 kemarin, saya resmi sudah wisuda, yeay! kamu mau tau ceritanya? Ah, itu nanti saja ya. mungkin setelah postingan ini saya buat. kenapa? oh, karena yang saya rencanakan untuk saya posting bukan tentang itu, tapi tentang ini :
Setelah sidang Tesis (4 Oktober 2011 lalu), saya sudah memikirkan akan bagaimana, mau apa, dan kemana setelah ini. pertanyaan standar lah, pertanyaan yang pasti selalu terbersit di benak setiap orang yang merasa ‘saya sudah lulus nih, terus mau ngapain ya selanjutnya?’. Namun, pertanyaan itu seperti keluar ke permukaan setelah wisuda selesai di laksanakan. you know why. ijazah sudah di tangan, gelar resmi melekat, dan beban yang pasti semakin besar karena ‘what are you waiting for?’ pasti pernah kamu dengar dari mulut orang lain.
Oke, sebenarnya sederhana ya. ketika kita sudah melalui satu tahap sulit, selalu ada tahap lain yang well… bisa dibilang sulit atau mudah, itu tergantung. tergantung caramu menghadapi, tergantung reaksimu terhadap itu, dan tergantung apakah memang itu buatmu. Ga percaya? let me tell you this story.
Saya sempat melamar pada sebuah perusahaan konsultan (swasta) yang tentu bergerak di bidang teknik sipil. perusahaan milik orang Belanda (yang awalnya saya pikir saya bisa coba-coba melamar di sana) ini, ternyata memanggil saya untuk interview. Agak panik, bukan apa-apa, kalo lagi bicara tentang masalah bukan umum (dalam hal ini tentu masalah teknik sipil) dalam bahasa inggris, kosakata saya suka tiba-tiba blank. lupa di tempat (bukan ga tahu lho ya). singkat cerita, saya datang untuk interview di sana. Well, ada hal lucu yang mau saya ceritakan (tenang, ini bukan inti cerita dari postingan kali ini)
Jadi, waktu saya ke sana, saya masuk lift, memencet tombol 3 dan kemudian masuklah seorang bapak.
Bapak : ke lantai berapa, mba?
Saya : Tiga, pak. sudah kok (sambil menunjuk ke tombol yang sudah saya pencet)
Bapak : Oh, mau ke sana juga. mau bertemu siapa?
Saya : Mr. ____ (sambil tersenyum)
Bapak : oh, mau interview atau?
Saya : betul, Pak
Bapak : Dia ganteng lho, mba
Saya : (cuma tersenyum)
Bapak : dan masih single
Saya : (manggut-manggut sambil cengengesan)
Sebenarnya, seorang teman yang sudah lebih dulu bekerja di sana (sebut saja dia adalah si A) sempat speaking ke saya, yang kira-kira isinya adalah ‘Yang mau interview kamu bule ganteng lho, dan masih single’. At first sih masih biasa-biasa aja pas denger, tapi pas sampe dan selift sama si bapak yang entah siapa namanya itu, saya jadi semakin penasaran.
Continue reading →
-6.914744
107.609811