It’s a Cruciatus for a Blue Bird

Hallow, lama sekali rasanya tak menyapa blog ini. Sementara keinginan untuk menceritakan berbagai macam hal menumpuk dan semakin menumpuk.

Akhirnya, I have this time (literally) to (at least) tell you a story. Saat ini pukul 10 pagi lewat sedikit, waktu Bandara Soetta. Yes, saya lagi menunggu next flight yang sayangnya ada di jam 2 siang ini.

Why next flight? Karena saya terlambat di flight yang seharusnya, yang ada di jam 9.25.

Mari kembali ke beberapa jam sebelum kejadian sangat tidak menyenangkan (you may read it as : late) terjadi.

Jadi, pagi yang berlangsung di rumah saya adalah normal. Tidak ada grasak-grusuk karena saya bangun tepat waktu. jam 6 saya sudah siap, semua barang sudah ter-pack dengan baik, sudah siap sarapan, dan sekitar jam 7 kurang 15, saya sudah duduk manis menunggu dijemput taksi.

Jam 7 akhirnya lewat, saya agak bertanya-tanya, katanya si taksi yang saya reserve kemarin malam itu selalu datang 5-10 menit lebih awal, tapi nyatanya sampai jam 7 lewat 10 menit, dia belum juga datang.

Akhirnya, jam 7 lewat 20 menit, dia baru nongol.

‘Saya nyasar, mba. makanya agak telat’

‘Oke, pak. Yang penting Bandara ya, saya check in jam 9 paling telat’

Setelah percakapanan singkat itu, saya sungguh tidak ambil pusing. Saya sungguh hanya ingin segera sampai bandara, sampai Batam, datang ke meeting lebih cepat. Lalu tiba-tiba sampailah pada jalan yang macet (kalau saya ga salah ingat, nama jalan itu adalah Jalan Pembangunan, Tangerang). Total. Tidak bergerak.

Jam di tangan saya menunjukkan pukul 8.30. Stupid thing about this is : I have a very bad feeling about getting late, but I do nothing. Instead of naik ojek, saya malah bertanya :

‘Pak, ga tau jalan lain selain ini?’

‘Tau, mba. lewat Kalideres situ’

‘Itu bukannnya jauh?’

‘Lumayan sih, cuma kan ga macet’

‘Yakin bisa sampe sana jam 9’

‘Yakin, mba’

‘Sepertinya ada jalan lain, selain ini, tapi tidak sejauh kalideres. bapak ga tau?’

kemudian hening

‘jangan-jangan, bapak ga pernah ke bandara dari sini?’

kemudian hening (lagi)

So, akhirnya si bapak memutuskan untuk burputar balik, ke arah yang dia maksud. I am so stupid about mapping and its friends. Rumah saya relatif dekat dengan bandara, but as I said, I can’t help my own self at this problem. Poor!

Singkat cerita, panik mulai menyerang semua bagian tubuh saya. Tangan mulai dingin, kepala mulai tidak bisa berpikir dengan baik. Jam sudah menunjukkan pukul 9 kurang 15 menit. Walaupun di kepala saya berucap ‘I can make it. You can make it’, fact is : I can’t.

Macet ternyata cinta banget sama saya hari ini. Dan si supir pun tidak kooperatif dengan saya saat itu.

‘Pak, ini saya bisa telat. Tadi katanya yakin bisa sampe jam 9’

‘Iya, Mba. telat deh ya’

kemudian hening (lagi). Oh, I wish I could punch him in the face, really.

Sampai akhirnya argo taksi sudah menunjukkan nilai 5 nominal, saya memutuskan untuk naik ojek. I don’t know what may happen, but at least I try my best.

Akhirnya, si ojek berhasil mengatarkan saya sampai Bandara dengan selamat. Tapi sayangnya, jam sudah menunjukkan pukul 9.25. That’s the time, I totally can’t make it.

Antara lemes dan emosi, I run and run and run. Dan pada akhirnya berhasil dapet next flight jam 2 siang. That’s why, I can write a post, just now.

And anyway, diantara waktu-waktu saya bergelut dengan kemacetan, saya sempat menuangkan rasa kesal saya kepada si taksi itu. Melalui twitter, sengaja memang, sekalian bisa mention perusahaannya.

Seharusnya, ada alasan mengapa mereka menanyakan ‘Tujuannya kemana, bu?’ saat tadi malam saya menelepon mereka. Terlebih ketika alamat saya sudah di cacat. Seharusnya, siapkan supir yang memang tau ‘medan’. Jangan dikirim supir yang bahkan alamat rumah penumpang saja bisa nyasar.

And as I promised, saya akhirnya sudah menelepon customer care nya. Puas ngomel-ngomel, karena intinya, kalimat yang harus saya sampaikan sudah tersampaikan.

They have to know :

Nama besar tanpa pelayanan yang prima itu omong kosong

You may want to say ‘I am sorry, Miss’, But all I want to do is giving you a Cruciatus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s