Ini cerita liburan Lebaranku, mana cerita liburan Lebaranmu?

Hallo, selamat sore di hari Senin, kebetulan ini hari pertama saya masuk kantor (kampus maksudnya :p)
sebelum posting macam-macam, saya mau mengucapkan :

Minal Aidzin Wal Faidzin, maaf lahir batin ya. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi di kemudian hari, amin.

Nah, mari kita melaju ke postingan utama, hehe. Sesuai dengan judul yang sudah saya berikan di atas, kamu harus mau membaca cerita saya tentang liburan lebaran tahun ini ya, hihi.

Sebenarnya, saya bukan tipikal orang yang menyukai kegiatan mudik di hari raya, terbukti dengan kemauan saya yang inginnya diberikan pilihan oleh orang tua saya untuk memilih antara ‘ikut mudik’ atau ‘tidak ikut mudik’. Namun, seperti yang sudah-sudah, mana mungkin itu terjadi -,-

Jadi inilah cerita saya. Kampung yang saya mudiki (lha, emang ada bahasa ini di KBBI? haha) sebenarnya bukan tepat berada di Garut, padahal saya terbiasa menjawab ‘Garut’ secara otomatis saat ada yang bertanya ‘Lo mudik kemana?’. Hal ini dikarenakan satu hal, tidak mudah untuk menjelaskan kepada mereka-mereka yang tidak mengerti daerah di sana. kecuali jika ada yang bertanya lebih lanjut, saya pasti akan dengan senang hati menjelaskan, bahwa sebenarnya kampung nenek saya BUKAN terletak tepat di Garut Kota nya, namun di Kabupaten, tepatnya di Kecamatan Lewo. jadi, untuk selanjutnya, kampung nenek saya akan saya sebut (disini) sebagai Lewo.

Saya sengaja membawa perlengkapan bertesis, karena sejujurnya, saya sudah niat sekali ingin melanjutkan pekerjaan yang terpaksa harus tertinggal karena libur ini, karena jika sudah berhenti, susahnya minta ampun untuk memulai lagi. jadi, saya membaba laptop, buku tebal ratusan halaman, buku catatan, alat tulis, dan lain-lain yang saya kira akan menunjang. faktanya? BIG NO! saya sama sekali tidak mampu menyentuh file tesis lebih dari setengah jam (ah, as you might think, hiks)

Kegiatan yang saya lakukan (dengan sangat senang hati, tentu), adalah hunting foto. kebetulan sekali, saya baru saja instal software untuk edit-edit foto di Andorid saya, namanya Picplz (cobain deh kalo kamu juga punya smart phone). Sebenarnya, tidak banyak foto-foto bagus yang bisa saya hunting, tapi setidaknya, saya rasa inilah yang bisa saya syukuri untuk membunuh kejenuhan saya berlama-lama di kampung nenek.

Ada beberapa objek yang saya paling sukai disana, diantaranya : pemandangan di sawah, langit senja, dan segala sesuatu di sekitar sawah. Yuk di lihat🙂

Pemandangan sawah (diambil : 29 Agustus 2011)

Foto-foto lainnya masih ada lho, klik lagi ya😉

Pemandangan sawah (Garut Kota, 30 Agustus 2011)

Merah senja (diambil : 29 Agustus 2011)

Langit Senja (diambil : 1 September 2011)

Langit Senja (diambil : 31 Agustus 2011)

Langit Senja (diambil : 31 Agustus 2011)

Nah, kelihatan kan dari foto-foto itu, objeknya itu-itu saja memang yang menarik minat saya, hehe. Ah ya, hampir tertinggal dua foto kesukaan saya juga, tapi yang ini sedikit berbeda.

Ini adalah tempat pemandian penduduk sekitar, syukurlah saya tidak harus mandi disana

Sesuai judul foto yang tepat ada di atas tulisan ini, kalian pasti sudah tau kan maksudnya? hihi. Jadi, bilik itu hanya sekedarnya saja. Saya melewatinya sambil melipir malu-malu, soalnya ada nenek-nenek yang sedang mandi. Takutnya kan saya dikira mengintip, padahal hanya ingin tahu, apakah jika ada yang mandi disana akan terlihat jelas dari jalan yang saya lewati, dan ternyata memang IYA. Oh no! Untungnya di rumah nenek sudah tersedia kamar mandi standar jaman sekarang, walaupun airnya bukan air PAM atau sumur, masih murni dari gunung, dan ya ampun, dinginnya seperti air es. Saya harus menunggu sampai jam 12 siang (paling cepat) untuk mendapati airnya sedikit lebih waras (tidak sedingin air es). Well yeah, saya memang hanya mandi sekali disana, itu saja sudah untung lho. haha, ssttt!

Lalu, saya juga ingin berbagi foto yang ini dengan kalian, foto hewan kesayangan saya.

Ini ada 4 ekor sapi, bersih dan rapih karena baru di sisir, hihi

SAPI! Yah, ini adalah kandang sapi yang letaknya ada di seberang bilik pemandian. Sebenarnya awalnya saya tidak hendak berada dekat-dekat apalagi sampai mengelus-ngelus sapi itu. Eh tapi, tergoda juga. Saat saya sedang ke sana, mereka sedang asik makan. lalu saya iseng melongok, dan sedikit takjub, kok ya sapinya bersih ya, bulu-bulu mereka teratur dan rapih sekali. Jadi saya dekati lalu saya elus-elus. Dan ah senangnya, mereka ramah-ramah sekali. terlihat dari reaksi mereka saat saya elus-elus. Sang penjaga sapi bilang, mereka memang habis di sisir sore itu. Ah, beruntungnya saya🙂

Nah, sepertinya segitu saja yang ingin saya sampaikan kepada kalian, hihi. Selebihnya, kegiatan saya disana begitu-begitu saja. Hampir setiap sore saya memang ke sawah, foto-foto, menghirup udara segar, menikmati pemandangan yang tidak sering saya lihat di kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Tangerang.

Ini cerita liburan lebaranku, kamu juuga pasti punya kan? Di share yuk!😉

selamat beraktifitas kembali ya😉

4 thoughts on “Ini cerita liburan Lebaranku, mana cerita liburan Lebaranmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s