Tentang apel dan Mommy

Selamat siang, selamat makan siang!🙂

Seharusnya saya sedang atau sudah makan siang, seperti kamu mungkin? hehe. Tapi jadwal makan siang (seperti juga jadwal yang lain seperti, tidur, bangun tidur, mandi pagi, dan lain-lain) sudah senantiasa bergeser tidak teratur. Tapi dalam satu minggu (yang mana kita tahu ada 7 hari dari Senin sampai Minggu) ada dua hari dimana jadwal saya (mau tidak mau) menjadi teratur. Saya terpaksa harus tidur jam 10 atau 11 (atau jika ingin tidur diatas jam 12 malam harus ngumpet-ngumpet) karena biasanya weekend adalah jadwal saya pulang ke rumah, bertemu keluarga. Mama adalah orang yang (if I may say) selalu ingin semuanya sesuai dengan keinginannya. Jadi, jika saya pulang, saya terpaksa harus bangun jam 6 (paling lambat) jika ingin omelannya tidak memenuhi seisi rumah, hehe.

well, talking about my mom, it’s been almost forever since I want to talk about her, here (in this blog). But honestly, I was almost losing all the words. Mungkin karena terlalu complicated untuk menceritakan tentang beliau. Karena jujur saja, terlalu tidak pernah cukup mendeskripsikan sesuatu yang memiliki nilai ‘semuanya’ dalam kata-kata. Dan entah ada apa, saat ini secara tiba-tiba saya ingin menulis sedikit saja tentang beliau. Sedikit yang semoga memiliki makna yang tidak sedikit🙂

Niat untuk menulis ini dimulai ketika saya sedang asik memakan buah apel. ya, apel. Buah yang begitu banyak penggemarnya. Sayangnya, (dulu) saya bukan salah satu penggemar buah itu. Entah kenapa ya, rasanya selalu saja ada alasan untuk tidak menyukai buah ini. Mungkin seperti : kulitnya yang keras, yang mau tidak mau harus dikupas dulu. Atau apapun itu yang membuat saya malas sekali untuk sekedar makan buah ini.

Tapi itu dulu, jauh sebelum saya kuliah di Bandung dan tinggal jauh dari orang tua saya di Tangerang. Setiap tiba waktunya saya harus kembali ke Bandung, mama selalu bertanya pada saya : ‘kamu mau bawa apa (atau buah apa) ke Bandung?’ dan biasanya dengan sederhana (sering) saya jawab : ‘Ga usah bawa apa-apa, mom. males bawanya, ribet’. Dan tentu dengan karakter mama (seperti yang sudah saya tuliskan di atas), beliau akan serta merta berpura-pura seperti tidak mendengar jawaban saya atau yang lebih gawat adalah beliau akan mengutarakan pertanyaan selanjutnya yang seperti ini : ‘Pilih jeruk atau apel?’. mau tidak mau saya menjawab : ‘Okay, mom. Jeruk aja’.

Singkat cerita, jeruk sering sekali mengisi kulkas kosan saya. Bahkan sampai berhari-hari. Sering pula saya terlupa bahwa ada beberapa buah jeruk yang harus saya makan, karena jika tidak tentu dia akan busuk dan akhirnya harus dibuang karena tidak layak lagi untuk di makan. Dan, badly, itulah yang sering terjadi. Akhirnya, sering sekali saya dengan lemas membuang jeruk-jeruk itu. Busuk dan dibuang. Lalu yang saya ingat sejauh ini adalah, perasaan menyesal karena buah itu diberikan oleh mama.

Sampai suatu saat, karena kasus jeruk busuk itu terngiang-ngiang selalu, akhirnya setiap mama tanya pertanyaan yang biasa ia tanyakan, saya akan menjawab dengan : ‘Apel saja, Mom’. Apel! buah yang sebenarnya tidak saya suka, namun saya akan belajar menyukainya.

Untuk satu dan lain hal, mungkin kamu sudah dapat menebak mengapa rasanya lebih baik memilih Apel daripada jeruk (untuk si pelupa seperti saya, hehe). Tapi yang paling penting, betapa saya akan selalu tersenyum ketika memakan apapun pemberian mama, tanpa merasa bersalah dan bersedih karena menyia-nyiakannya.

And well, saat saya menulis ini, saya (sudah berhasil) menyukai buah itu. Ya, saya adalah salah satu penggemar apel.

An Apple a day keeps the doctor away

2 thoughts on “Tentang apel dan Mommy

  1. Hi Tia, aku penggemar apel. dari kecil sampai sekarang. dan setiap hari selalu menyantap apel di penutup makan malamku. an apple a day keep the doctors away. kata-kata itu rasanya tak terlalu berlebihan.karena aku merasakan memang banyak manfaat dari Apel. but i have a different story about apple. later i’ll tell you.
    goog luck Tia, teruslah menulis…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s