Untuk mereka, aku memaksa!

Selamat malam. Selamat galau, hihi. Yes, ini khusus untuk saya pribadi sih memang.
Sebelum post ini saya buat, saya menyempatkan diri membuat sebuah sajak (jika kamu berkenan menyebut kata-kata kacangan itu sebagai ‘sajak’, saya akan berterimakasih sekali) yang saya buat tidak lebih dari 15 menit. Entah mengapa ya, galau itu memang menular? Tidak percaya? Okay, mari saya berikan sedikit cerita.

Beberapa hari ini (mungkin lebih bijak jika saya menyebutnya beberapa minggu, tapi yah itu terlalu banyak sepertinya), saya sedang kehilangan semangat. Well, I can tell you that I’m at the lowest point of my thesis. Yes, there I say it! THESIS! Entah mengapa, begitu sulit untuk memulai ini. Jadi, sekarang ini saya sedang di tahap yang menguras tenaga, energi mata, energi otak, energi tangan, pokoknya semua energi badan. Saya sedang di tahap : pengolahan data. Which is, jika saya menemukan ada yang salah dengan hasil pengolahan data itu, inilah kemungkinan yang harus saya tempuh :

1. Mengulang pengolahan data, sampai saya menemukan hasil yang (tentu) lebih baik atau lebih sempurna jika itu benar.
2. Mengulang percobaan. karena jika hasil pengolahan data itu salah, berarti ada kemungkinan bahwa percobaan yang saya lakukan ini juga berpotensi salah. Mungkin metodenya, atau set up alatnya, oh whatever could happen.

And for whatsoever, inilah yang membuat saya menggalau akhir-akhir ini. Kenyataan bahwa rencana kelulusan saya (untuk memperoleh gelar MT dan segera keluar dari kampus gajah buntet) harus dengan sangat bijaksana diundur, dari April ke Juli, saya menyadari bahwa, diundurpun belum jaminan thesis ini akan sempurna. Karena saya menyadari, kemungkinan terburuk adalah saya harus menempuh point nomor 2 diatas. Dan itu tidak sebentar, saudara-saudara *mewek sambil meluk bantal, hiks*

Ada yang bilang (and I’ve been there too), galau karena masalah hati itu adalah galau yang paling tidak menyenangkan. Ah, menurut saya sih ga lho. Menurut saya, galau karena hal seperti ini, dimana kita tidak bisa berbuat apa-apa (karena menunggu mood dan semangat datang untuk segera bergerak) lebih menyedihkan dari apapun. masalah hati itu mungkin tidak sederhana ya, namun saya bisa membuat sajak, curhat ke orang-orang terdekat, dan yang paling mujarab adalah, menghubungi si pembuat masalah hati itu sendiri. And well, we can say, problem is on its way to be solved. Right?

Sedangkan ini beda, saudara-saudara. Saya hampir tidak semangat melihat folder Thesis saya sendiri (apalagi sampai masuk dan membuka filenya satu persatu). karena ketika masuk, saya harus dihadapkan pada kenyataan bahwa :

‘Hey, inikan yang kemarin salah dan belum ketemu solusinya ya?’

lalu semangat yang (mungkin) sempat hadir sepersekian detik tiba-tiba dipaksa untuk melempem dan DANG! dia hilang lagi sekilat itu. What could I say?

Anyway, pagi ini saya sedikit bertekad untuk memulai lagi dengan sabar, melihat-lihat lagi semua file, memberikan kesabaran luar biasa yang saya bisa, mengolah lagi, menelaah lagi, dan semua itu dibarengi dengan niat untuk membuat kedua orang tua saya bangga.

Apapun alasan saya sampai akhirnya saya memilih untuk melanjutkan pendidikan ke program magister ini, saya menyadari satu hal, saya melakukan ini bukan semata-mata untuk diri saya sendiri. Saya membuat keputusan setahun yang lalu adalah untuk mereka. Jadi, ketika saya sudah hampir sampai dipenghujung jalan, mengapa saya menyerah? Apapun itu : merangkak, berdiri, berjalan, berlari, lumpuh terseok-seok, saya rasa saya tidak akan mati untuk memaksakan diri saya sendiri.

Karena ini untuk mereka!

Dan tidak ada hari yang cocok untuk menyerah, apalagi ‘hari ini’.

Ah, great day, people. And have a nice dream😉

2 thoughts on “Untuk mereka, aku memaksa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s