Tidak Semudah Itu, Sayang

Tidak semudah itu, sayang.
Untuk mengucap selamat tinggal pada bayang-bayang kenangan.
Atau pada rindu yang perlahan terlihat semakin memudar.

Kita selalu bicara melalui jarak serta waktu,
yang mau tidak mau selalu mengejarmu pada sesuatu.
Cita-cita hidupmu yang sempat kau bagi bersamaku.

Tidak semudah itu juga, sayang.
Untuk mengucap selamat tinggal pada setiap perjumpaan.
Atau melihatmu pergi melambaikan tangan pada setiap kehadiran.
Dan menahan air mata yang jatuh atas rindu yang selalu tak pernah selesai.

Tidak, tidak akan pernah mudah, sayang.
Untuk membuatmu membaca apa yang aku rasakan.
Atau mengucapkan apa yang seharusnya aku ucapkan.
Karena kata tak akan pernah cukup menunjukkan.
Betapa aku ingin kita tak terpisah jarak apalagi kenangan.

Karena kamu adalah seseorang,
yang namanya tak pernah luput dari ucapan bibirku saat berbincang dengan Tuhan,
yang selalu kupinta untuk Dia jaga pada setiap ketidakhadiran.
Juga untuk setiap rindu yang menumpuk setiap waktu dan tak tersampaikan.
Semoga Dia mengizinkan.
Kita bersatu pada sebuah harapan masa depan.
Dan,
mengucap kata selamat tinggal adalah sebuah ketidakmungkinan

2 thoughts on “Tidak Semudah Itu, Sayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s