Patience won’t kill you

“Patience serves as a protection against wrongs as clothes do against cold. For if you put on more clothes as the cold increases, it will have no power to hurt you. So in like manner you must grow in patience when you meet with great wrongs, and they will then be powerless to vex your mind.”

Leonardo da Vinc

Selamat sore menjelang malam, teman-teman setia pembaca blog saya (entah ada atau tidak, hihi).

Khusus untuk hari ini, izinkan saya sedikit melakukan sesi curhat disini (Oh well, saya tidak seharusnya meminta izin sih, toh ini kan blog saya pribadi). But hey, saya menghargai kalian sebagai pembaca lho, yang mana artinya, kalian sangat penting untuk saya (tentu dong).

Okay, berawal dengan sebuah kegiatan proyek yang sedang saya kerjakan bersama dengan para dosen dari kampus saya. Dengan kapasitas kunjungan Bandung-Jakarta yang sungguh ekstrim (bayangkan jika 1 minggu harus bolak-balik ke Jakarta sebanyak 5x). Apa yang dapat saya lakukan dengan sisa waktu yang ada? Istirahat tentu jawabannya. Tapi itu teori. karena pada akhirnya, selalu ada saja PR yang dikerjakan.

And well, tugas saya dalam proyek ini memang sederhana saja. Tidak sedalam pekerjaan mendesain ataupun menghitung, disini lebih dibutuhkan mengkaji data-data yang ada, menganalisis hasil wawancara dengan berbagai sumber, menganalisis perkembangan sosial, dan lain-lain. Terbayang kan? Betapa pekerjaan ini sangat bukan tentang Teknik Sipil. At once, saya sempat bersyukur sempat masuk ke dalam proyek yang entah bagaimana membuat hati dan kepala saya terbuka tentang sesuatu : kinerja pemerintah kita. Dengan melihat langsung ke lapangan, saya menyadari beberapa hal yang tidak akan pernah saya bayangkan sebelumnya saat saya hanya duduk depan tv, menonton berita dair televisi, mengobrol dengan beberapa orang tentang kasus politik, dan sebagainya. Ini lebih dari itu.

But, honestly, ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang tidak seharusnya dilimpahkan kepada saya (menurut saya). Katakanlah, ada banyak hal yang pada awalnya saya anggap menyenangkan, lambat laun dengan bertumpuk dan semakin menggunung, membuat saya kehilangan waktu saya sendiri. Kehilangan waktu untuk sekedar mengetahui apa sebenarnya guna saya disini. Dan yang paling parah adalah, adanya perasaan bahwa saya mengerjakan semua hal yang menurut saya bukan tugas saya. Nah, inilah satu-satunya hal yang tidak dapat saya tahan lama-lama. Jadi, sekedar meluapkan emosi atau rasa kesal dan entah apa elemen-elemen lain yang mungkin masuk ke dalam hati saat ini, saya mencoba menetralisir semuanya.

Satu hal yang selalu saya ingat :

Berurusan dengan banyak manusia memang adalah hal yang paling sulit.

Dengan pola pikir yang berbeda, prinsip hidup yang juga tak mungkin sama, cara bersikap yang juga jauh dari kesan ‘semuanya akan menyenangkan’. Inilah yang terjadi pada saya sekarang.

Sepertinya saya sedang dihadapkan pada tugas-tugas seorang sekretaris. Mengatur ini dan itu, jadwal si A sampai si Z, lalu kapan mereka harus ada disana, dengan siapa saja, mobilitas mereke menggunakan apa saja, dan ini lalu itu, jadwal kesini lalu kesitu. Dan hal-hal itu tidak terlihat lebih mudah dengan sulitnya mereka untuk dihubungi dan tidak kooperatif. Sepertinya konyol bagi saya untuk merasakan ini. Kenapa? karena well, I’m an Engineer. Like it or not, I am an Engineer. Kasarnya saya bisa katakan : Ini bukan tugas saya, bapak-bapak.

Tapi yah, Papap saya bilang : anggaplah ini sebagai pembelajaran untuk kamu. Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti kamu, kan? Belajar bersosialisasi, belajar menghubungkan kepentingan bermacam-macam orang. Dan yang paling penting, belajar sabar.

Hell yeah, patience won’t kill you. Ini adalah salah satu kalimat sakti jika saya merasa kesabaran saya sudah tidak ada cadangannya. Seperti ingin melemparkan batu lalu melenggang pergi. Atau justru membakar sampah lalu menunggu sampai didatangi orang-orang dan dicaci maki.

Saya memilih yang kedua. Well, life is a choice.

Good evening, readersđŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s