When Story Become Reality

Hey you! Selamat hari Selasa, heheh😉 Semoga baik-baik ya kalian semua.

Well, hari ini pas sekali. Pas sekali merupakan hari pertama di bulan baru, Februari. Bulan romantis? bulan cinta? hihi. Apapunlah ya namanya. Yang namanya awal suatu yg baru biasanya selalu ada yang menarik. Seperti saya. Nah, mau tau? penting ga penting, yang penting cerita dulu aja deh ya, hahaha.

Nah, sesuai dengan judul postingan saya ‘STORY BECOME REALITY’ saya akan sedikit bercerita tentang sesuatu yang sedikit berhubungan dengan itu. Sedikit aja ya, soalnya kalo semuanya diceritain, nanti seperti mendongeng. Zzzzzz

Kesibukan saya akhir-akhir ini adalah selalu dan selalu tentang empat hal ini :

1. Thesis, yang mau tidak mau paling banyak menyita pikiran. Bukan tenaga lho ya. Soalnya emang dipikirin terus tapi kok ga selesai-selesai ya? (hahaha, well, I’m joking)

2. Menulis. Nah, ini dia. Satu dari sekian banyak hal yang ga pernah cukup waktu untuk dikerjakan. Hari ini selesai dengan satu cerita, lalu besok muncul ide lain. Dan begitulah seterusnya. lalu begitu dan begitu. belum lagi ada begitu banyak lomba dengan deadline yang berdekatan. Ga bisa terjamah semuanya sih, yah nasib. But well, selalu ada prioritas kan?

3. Mengerjakan Proyek. Ini sesuatu yang beda jelas dengan point nomor 1. Disini ada tuntutan kestabilan energi. Rapat ini, rapat itu, diskusi disini, disana, survey di kota ini, terus ini, lalu itu. Dan yang paling menyenangkan adalah, saya melakukan itu dengan enjoy. Ga ada yang lebih menyenangkan daripada itu kan?

4. Membaca Novel. Mau tidak mau, saya cinta kegiatan yang membuat dunia baru ini. Dengan kesibukan yang cuma sekian itu (ga ada apa-apanya memang dengan kesibukan kalian yang juga sibuk, hihi), waktu membaca saya adalah bisa dikatakan seperti ‘curi-curi’. Kenapa? soalnya memang saya curi-curi meluangkan hobi saya yang ini. Saat jam makan siang, saat sebelum tidur, diangkot menuju kampus, dan beberapa waktu yang memang tidak banyak. Tapi tetap, lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali kan?

Anw, hidup terus berjalan, dengan atau tanpa adanya kesibukan yang menuntut perhatian dan waktu serta energi yang lebih dari yang dapat kita bayangkan. Hidup saya juga begitu. Setelah berbulan-bulan saya stuck dengan sebuah (saja) naskah novel yang baru sampai halaman 100-an, saya bingung apalagi yang harus saya tulis. cerpen mana lagi yang harus saya buat. Sampai akhirnya, semalam saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah cafe tempat saya biasa menuangkan ide-ide tulisan saya. Niat awal sih ya, memang untuk mengerjakan thesis. Mungkin saja akan ada aura semangat baru disana. tapi well, yang saya buka justru file-file tulisan saya yang terkumpul dalam sebuah file bernama DREAMS. Ada sekitar lebih dari 3 naskah cerpen yang belum selesai. juga 1 naskah novel yang tadi saya bilang diatas. Iseng awalnya, saya membuka satu demi satu. dari mulai cerpen-cerpen yang belum selesai sampai pada naskah novel itu. Saya iseng baca-baca lagi, dan well, ada yang cukup aneh. beberapa bagian dari cerita-cerita itu, yang mana sudah tidak sempat saya tulis dan pikirkan ide kelanjutan ceritanya, ternyata sedang terjadi sekarang. Yes, NOW. Isn’t it weird? Pertama naskah novel, lalu cerpen. Tentu pada bagian yang berbeda.

Saya jadi tersenyum geli. bagaimana mungkin ide yang muncul jauh sebelum sesuatu yang terjadi pada saya sekarang ini justru adalah apa yang memang terjadi sekarang? Semacam Dejavu dalam tulisan? Bukan juga sih ya. Yah, dan sekarang saya mulai pusing dengan penyusunan kata-kata itu, hihi. tapi kalian pasti mengerti kan?

Jadi dengan mudah saya meneruskan sebuah cerpen yang sudah lama tak tersentuh itu. Dan voila! Selesai dalam waktu 1jam. Yang saya tulis adalah (mungkin) akhir salah satu potongan hidup yang saya harapkan. Lalu muncul kemudian pikiran-pikiran aneh seperti : Apa yang akan terjadi kemudian ya? Dengan hidup saya. Apakah Tuhan memberikan satu kebetulan lucu seperti ini lagi? Karena jika ya, saya akan senantiasa menulis cerita paling menyenangkan sepanjang masa, hihi.

Tapi apapun itu, semoga yang terbaik. Dan itu pasti sesuai dengan naskah Tuhan, bukan naskah novel atau cerpen-cerpen saya.

Pamit ya, sampai bertemu dipostingan berikutnya!😉

4 thoughts on “When Story Become Reality

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s