Masih tentang Cinta, Hujan, Kamu

Selamat Sore, temans. Masih lancar kan puasanya? amien amien. Oh ya, postingan kali ini bukan untuk update kabar ya (maaf lho, hehe). postingan ini untuk kepentingan mengikuti lomba. nih, coba klik disini . Uda? kalo uda, mohon doanya semoga saya menjadi salah 1 pemenang, hoho…

—————————————————————————————————————

Masih tentang Cinta, Hujan, Kamu

Dear kamu,

Aku tahu, sudah sejak bermasa-masa lalu, kita sibuk dengan dunia kita sendiri. Aku dengan duniaku, kamu juga dengan duniamu. Ada yang kurang diantara berlalunya masa-masa itu. Ada jarak yang memisahkan, ada kata yang tak pernah terucap, ada waktu yang berlalu, yang mungkin kamu pikir, itu adalah waktu yang berlalu tanpa makna cinta antara kita. Sudah lebih dari masa yang cukup, aku menunggumu disini. Dengan keadaan apapun, dalam waktu apapun.

Hujan adalah salah satunya. Yang membuatku merindumu sampai menggebu-gebu. Yang membuat rindu terasa semakin dingin dengan suara rintik-rintiknya. Aku menunggumu. Lewat tetes-tetesnya di daun jendelaku.

Atau lewat suara gemericiknya di depan halaman rumahku. Ataupun, melalui setiap rintik kecil yang jatuh saat aku membuka payungku.

Aku mengingatmu, merindumu, tanpa henti. Karena aku juga mengingat saat itu. Saat hujan, ketika kamu sibuk memelukku erat, agar dingin tak sampai padaku. Hujan adalah kenangan tentang bagaimana jari-jari kita bertemu.

Aku mencintamu utuh. Dengan waktu saat kita bersama, ataupun terpisah jarak dan waktu. Dialah yang membuat ku kuat untuk terus menunggumu di depan pintu rumahku, dalam waktu yang aku sendiripun tak tahu sampai kapan. Dia pulalah, yang selalu setia membuatku selalu merindumu, yang membuat untaian kata menjadi lebih bermakna.

Aku selalu menunggumu, sama seperti waktu-waktu kemarin. Saat kita sama-sama berjanji untuk bertemu dalam tenggang waktu yang kita janjikan.

Aku selalu menunggumu, sama seperti waktu-waktu dulu. Saat aku dan kamu terpisah oleh jarak. Dan mendengar suaramu adalah serupa oase di padang pasir.

Aku selalu menunggumu, sama seperti aku menunggu waktu dimana ‘selamat tinggal’ adalah kata yang tak perlu kita ucapkan.

Kumpulan kata-kata ini memang masih tentang cinta, yang juga masih selalu tentang kamu. Bukan, cinta ini bukan usang, bukan pula sudah terlampau basi. Cinta ini memang ini-ini saja, karena cinta ku adalah memang tentang kamu.

Selalu hanya kamu yang membuat jatuh cinta berkali-kali adalah mungkin. Ya, tentu hanya kepadamu.

PS : Gambar dari berbagai sumber😉

8 thoughts on “Masih tentang Cinta, Hujan, Kamu

  1. Hei Tiaaaa…. ^_^
    akhirnya sampe juga saya di tulisanmu inih.
    Ma kasih udh memeriahkan ultah CE!
    saya catat untuk dinilai dewan juri🙂

    salam,
    EKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s