lembur ditemani PMS dan kawan2nya…

gudnite, readers, hehehe. its already Friday. ooh, i wish i could say *as ussual* TGIF (Thank God Its Friday). well, i could not. yes, overtime job already coming. kmaren pun gw lembur smpe jam 4 pagi, smpe kosan jam 4an, dan langsung tepar dengan sempurna, hehehe. eia, gw sempet bikin puisi sebelum pulang. klik di puisi 3 menit kalo mau liat, hehe.

sehubungan dengan masalah lembur itu, harus seneng apa sedih yah? hahaha. seperti biasa, kalo kerjaan lagi kaya gini, semua kegiatan berasa jd nomor ke sekian. termasuk masalah tugas kuliah (kalo ada) juga masalah2 lain (well, as u can think, spending time with BF could be 1 of  it, hoho) *im sorry, dear* 😉

unfortunatelly, gw sedang menghadapi ‘sakit bulanan cewek’ *u know what*😦. dan rasanya memang sangat amat tidak menyenangkan. terlebih disaat seharusnya badan gw kompak sm semua hal yang akan melangsungkan semua kegiatan gw. ah, beribet ga sih bahasa gw? hahaha… sorry, cuma mau menjelaskan bahwa ini bener2 ga enak rasanya. mau fokus tapi sakit, mau dimanjain perutnya tapi banyak kerjaan. oh aku dilematis, teman. hahaha…

eniwei, sebenarnya postingan ini gw bikin karena gw penasaran dengan istilah PMS dan teman2nya. i mean, dengan semua yang berhubungan dengan itu, ya nyeri di sekitar perut, dll lah. jadilah aku bertanya pada Om tersayang, si Mr. Google. beberapa penjelasan yang sepertinya bisa gw terima dengan akal dan otak gw adalah yang akan gw sampaikan berikut ini…

—————————————————————————————————————————————

Pertanyaan pertama dari gw : kenapa perut suka nyeri (bahkan sampai keram perut) di hari ke 1-3 pas si ‘sakit bulanan’ itu tiba? kenapa ya? ini dia jawaban yg berhasil gw rangkum.

kata sumber ini —> nyeri pada saat menstruasi (Dysmenorea) hari2 pertama merupakan hal yang wajar pada sebagian wanita dikarenakan pada awal2 menstruasi dinding dalam lapisan terluar dari uterus (endometrium) meluruh akibat proses kontraksi dari otot uterus (miometrium) untuk meluruhkan endometrium akibatnya lapisan otot dari uterus terjepit sehingga menyebebkan iskemia, hal tersebutlah yang menyebabkan nyeri pada saat menstruasi. apabila gejala nyeri terus menerus dan dirasakan sangat nyeri, muntah dan bahkan sampai pingsan dan selalu berulang setiap kali mens sebaiknya di periksakan ke dokter. gejala kista ovarium tidak sama dengan dysmenorea. pada kista ovarium bisa tegakkan diagnosa pastinya dengan USG atau secara klinis apabila di tekan pada daerah ovarium terasa sakit, pada beberapa pasien memiliki keluhan seperti dismenorea.

dan sumber yang lain, disebutkan bahwa :

Pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan, banyak wanita yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut. Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun ada kalanya bersamaan dengan gejala PMS.

Kram pada waktu haid atau nyeri haid merupakan suatu gejala yang paling sering. Gangguan nyeri yang hebat, atau dinamakan dismenorea, sangat mengganggu aktivitas wanita, bahkan acap kali mengharuskan penderita beristirahat bahkan meninggalkan pekerjaannya selama berjam-jam atau beberapa hari.

Dismenorea memang bukan PMS. Dismenorea primer umumnya tidak ada hubungannya dengan kelainan pada organ reproduksi wanita dan hanya terjadi sehari sebelum haid atau hari pertama haid. Nyeri perut ini juga tidak ada hubungannya dengen PMS yang mulai terasa 10 – 14 hari sebelum haid. Gejala malah hilang begitu haid datang. Kalau dismenorea membaik atau bahkan hilang sama sekali setelah seseorang melahirkan, tidak demikian dengan PMS. Wanita yang pernah melahirkan malah berisiko lebih tinggi menderita PMS.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apa itu PMS? Dan sejujurnya, gw memang mau tau semua yg berhubungan dengan itu *soalnya banyak cowo bilang, mreka sebel kalo liat cewe PMS, abisnya kaya mau makan orang mukanya (LOL)*. dan ini lah penjelesannya

dari sumber ini, gw banyak meggarisbawahi sesuatu. inilah beberapa diantaranya :

PMS (pre-menstruation syndrome) *klik disitu untuk detail definisi PMS nya sendiri*  memang kumpulan gejala akibat perubahan hormonal yang berhubungan dengan siklus saat ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan haid. Sindrom itu akan menghilang pada saat menstruasi dimulai sampai beberapa hari setelah selesai haid. Penyebab munculnya sindrom ini memang belum jelas. Beberapa teori menyebutkan antara lain karena faktor hormonal yakni ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron. Teori lain bilang, karena hormon estrogen yang berlebihan. Para peneliti melaporkan, salah satu kemungkinan yang kini sedang diselidiki adalah adanya perbedaan genetik pada sensitivitas reseptor dan sistem pembawa pesan yang menyampaikan pengeluaran hormon seks dalam sel. Kemungkinan lain, itu berhubungan dengan gangguan perasaan, faktor kejiwaan, masalah sosial, atau fungsi serotonin yang dialami penderita.

Tipe dan gejalanya PMS
Tipe PMS bermacam-macam. Dr. Guy E. Abraham, ahli kandungan dan kebidanan dari Fakultas Kedokteran UCLA, AS, membagi PMS menurut gejalanya yakni PMS tipe A, H, C, dan D. Delapan puluh persen gangguan PMS termasuk tipe A. Penderita tipe H sekitar 60%, PMS C 40%, dan PMS D 20%. Kadang-kadang seorang wanita mengalami gejala gabungan, misalnya tipe A dan D secara bersamaan.

Setiap tipe memiliki gejalanya sendiri. PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa wanita mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron: hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan berserat dan mengurangi atau membatasi minum kopi.

PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema(pembengkakan), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula pada diet makanan serta membatasi minum sehari-hari.

PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengkonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

PMS tipe D(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata-kata (verbalisasi), bahkan kadang-kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri. Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari selururh tipe PMS benar-benar murni tipe D.

PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, di mana hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya. Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 dan magnesium dapat membantu mengatasi gangguan PMS tipe D yang terjadi bersamaan dengan PMS tipe A.

—————————————————————————————————————————————

well, panjang juga yah? hehe. tapi lumayan sedikit menjelaskan. dan pesan gw buat para pria yang ga tahan sm cewe2nya yg lg ‘begitu’, kalian sabar2in aja dong. kan itu lebih baik daripada ikutan PMS jg. inget lho, kalian beruntung untuk HANYA menyaksikan tanpa mengalami langsung. karena, trust me, rasanya ga enak banget. ga mau kan kalo kodrat ini dituker? hahaha😛

ah, gw lupa, ini kan waktu lembur, kok malah posting blog deh?😛 hohoho, gpp, ini lg waktu istirahat kok. hehe…

yasudah atuh, aku pamit yah. cu soon, readers *i wont tell u when*

nity nite and happy weekend🙂

2 thoughts on “lembur ditemani PMS dan kawan2nya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s