Sedikit tentang ‘Kekalahan’

Pernah dengar pepatah lama bilang : Mengalah bukan berarti kalah?

Dan apakah hal itu bermakna sama dengan keras kepala selalu bisa menjadi pemenang? sepertinya tidak relevan ya?

well, postingan gw kali ini tidak berbau-bau emosi kok. i mean it, i’m not in an emotion. maksud gw dalam waktu sekarang2 ini yah, hihi. soalnya kmaren2 emang sempet dalam keadaan seperti itu. pada 2 orang yang mengaku teman tapi tidak menghargai perbedaan. okey, curhat tidak akan gw mulai sekarang disini, hihi. hanya saja, ada yang sedikit ingin gw bahas di pagi hari ini *gw ga jelas jg kenapa blm bisa tidur, nunggu sahur juga ga, hehe.

Apakah arti dari sebuah kekalahan? yah, kalah dalam banyak hal mungkin. karena akan terlalu sempit kalo gw cuma bikin batasan di satu hal aja.

Dan, apa makna yang tersembunyi di dalam sebuah kekalahan?

Awalnya, gw sempet merasa hidup gw hampir sempurna. fisik yang kata orang2 cantik (alhamdulillah ya Tuhan), otak yang lumayan (alhamdulillah juga), keluarga yang juga sempurna (dan sampai titik tertentu, gw merasa betapa syukur gw buat Tuhan terasa masih saja sangat kurang). semua begitu sempurna. gw uda sempet cerita kan, kalo dari SD-SMP gw selalu jadi juara kelas, bintang sekolah, ya semacam itulah. bukan bermaksud sombong, tapi dr semua hal itulah, gw merasa hidup gw hampir sempurna. dan sampai pada titik tertentu gw sempet merasa gw salah, bahkan sangat-sangat salah. kenapa dan kapan?……

tahun pertama masuk SMU, gw sedikit shock dengan kenyataan kalo gw bukanlah satu2nya orang yang jadi juara kelas di SMP. masuk ke lingkungan baru, tentu bukan hal mudah. tapi gw adalah tipikal cewe yang ga takut dengan hal-hal baru, bahkan gw cenderung bersemangat sampai sepertinya ga sabar untuk menghadapi apa yang akan terjadi nanti di depan. dan terbukti lah kejutan itu memang datang.

mungkin lebih dari setengah isi kelas gw (yang totalnya adalah 48 siswa) adalah juara kelas dari masing2 SMP nya. ini membuat gw sedikit merasa ‘wow’. tapi saat itu, gw ga ambil pusing. tetep dengan PD setinggi langit kalo gw bisa jadi yang terbaik lagi seperti biasa. 1 caturwulan (4 bulan) berlalu. pada saat pembagian rapor, gw dengan sangat bersemangat ikut serta dengan kedua orang tua gw untuk menerima hasil rapor. dan tau kah kalian apa yang gw dapatkan?

bukan yang terbaik…

bahkan tidak masuk ke 3 besar

juga bukan 5 besar

yes, masih 10 besar memang. peringkat 8

D-E-L-A-P-A-N!

dan betapa gw merasa dunia jd begitu ga adil sama gw saat itu. terlihat lebay kan gw? hoho. sekarang sih gw bisa bilang begitu, coba dulu saat gw sedang ada di keadaan itu, wuuuhh, rasanya kaya apa ya? ga enak banget deh. kaya biasa ada di lantai teratas dan merasa nyaman dengan keadaan itu, tp akhirnya harus sadar kalo gw cuma ada di lantai 3, atau bahkan 1.

jadi saat itu adalah pertama kali nya gw merasa kalah. kalah sama apa? sama keadaan mungkin. atau sama hasil yang mungkin memang pantas gw terima tapi gw ga bisa terima. rasanya kok kaya… ga bisa aja. gw ga bisa CUMA dapet peringkat 8.

wow, gw mungkin ga bs gambarin dengan jelas, gimana perasaan gw saat itu. pokoknya campur aduk lah. yang paling ga enak memang tanggung jawab sama orang tua. ada perasaan malu tentu. malu karena ga bs jadi yang terbaik lagi. dan gw sempet susah sekali untuk bangkit. jatuh terperosok itu emang sakit, lebih sakit lagi ketika kita mau bangun. tapi akhirnya semuanya bisa terlampaui kok. yah, apa sih yang ga bisa ketika kita yakin? ya kan?

so, dari pengalaman pribadi tentang kekalahan, tentu semuanya ada maksudnya. buat gw, ga ada sesuatupun yang terjadi hanya karena azas kebetulan. semuanya itu sudah ada alasannya. Tuhan sudah membuatnya sebegitu dapat terjadi untuk kita agar kita dapat mengambil hikmahnya. bukan malah jatuuh lalu ga bs bangkit dan kalah selamanya. tentu kita ga mau kan kalah selamanya?

kalah

kalah dan mengalah…

hmmmm… klise. tapi buat gw, mengalah bukan kalah. juga kalah bukan mengalah…

kalah adalah keadaan ketika kita ga puas dengan apa yang terjadi.

kalah adalah ketika kita ga bisa bangkit dari keterpurukan.

anggaplah kalah itu hanya sebuah noda pada sebuah garis. dan jangan biarkan noda itu menodai serentetan titik-titik pembuat garis. bahkan jangan biarkan dia menodai 1 titikpun. karena untuk yang terbaik, selalu ada alasan untuk menang pada kekalahan kan?๐Ÿ™‚

5 thoughts on “Sedikit tentang ‘Kekalahan’

  1. you know what…you’ll be surprised if you know my education background.

    aku pernah liat kutipan film yg kena bgt ama diri gw skrg, dia bilang,”kalau aku ditanya skrg knapa aku bisa sampai sejauh ini, jawabannya aku ga tau. mungkin takdir yg membawaku kesini…atau aku mendapatkannya begitu saja seperti angin yg berhembus….tp aku rasa terkadang keduanya benar.”

    katanya nih ya…hehe…bukan sok tau sih…kita ga bisa memakan seekor gajah sekali waktu…tp kita pasti bisa memakannya setahap demi setahap..hehe (serem amat perumpamaannya yak)

    so lucky you, you know…lucky you…

  2. hehe… maksudnya?
    iya, intinya kalo dalam hidup ini ga selamanya kita ‘menang’ atau berada di atas terus…

    ada saatnya kita akan kalah.
    tapi, biar gimanapun, Tuhan mau mengajarkan hal2 tertentu disaat kita ‘kalah’
    jadi, kalah itu gpp๐Ÿ™‚

  3. SETUJU…tp dalam kasusku masa laluku udah gak terlalu penting dibandingkan masa kini apalagi masa yg akan datang…sudah terlambat memperbaiki masa lalu…tp masih banyak yg bisa dilakuin di masa depan…hehe sotoy gw

    Da Vinci pernah ditanya ama seseorang “menurut anda apa karya terbaik anda yg pernah anda buat”, Da vinci said “The next one”…hehe๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s