…maka, nikmatNya yang manakah yang kamu dustakan…

malam hari ini waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 Waktu Kamar Kos Tia (WKKT, heu), dan dengan keadaan badan yang baru saja kehujanan, serta kelelahan abis melakukan ‘belanja gila-gilaan’, gw menyempatkan diri mengetik beberapa paragraf yang sepertinya tidak akan panjang lebar (semoga bener yah :P)

malam ini, gw janjian dengan seorang teman untuk sekedar belanja kebutuhan pribadi anak kos. gw berangkat dari kantor sekitar jam 18.30. di dalam angkot, selang beberapa menit dari waktu gw naik ke angkot itu, ada seorang wanita muda menggandeng seorang anak2 (itu persepsi pertama gw) melambaikan tangan tanda akan naik, sambil sebelumnya bertanya pada sang supir :

‘ ka BEC, kang?’ (‘ke BEC, mas?’)

sang supirpun mengangguk.

lalu, si wanita muda itupun membuka pintu depan angkot dan mempersilahkan si anak2 tersebut untuk duduk disana. dalam benak gw adalah, mreka ber2 akan masuk ke sana bersama-sama. tp yang aneh, si wanita muda ini malah masuk ke bagian belakang angkot bersama beberapa orang lain yang ternyata masih satu keluarga juga (sepertinya). ada seorang ibu bersama anak kecil dan seorang pria lagi. total mreka adalah 5 orang.

gw sempet ga ambil pusing dengan pikiran awal gw yang ternyata salah. ah, kalo si wanita muda itu ga ikutan duduk di depan, emang kenapa? begitulah dalam pikiran gw. so, mulailah gw mengautis dengan mp3 player bervolume penuh. ga kedengeran apa2 lagi tuh.

show me the meaning of being lonely nya BSB – playing on my ears at that moment…

selang beberapa detik, gw dikagetkan dengan gerakan demi gerakan yang dibuat oleh si anak yang duduk di depan. kalian tau dia ngapain? dia bergerak dengan abstraknya seolah2 ada drum didepannya, sambil dibarengi oleh teriak2 seperti menyanyikan sebuah lagu yang maaf gw ga ngerti apa. OMG, dalam hati gw. ni anak kenapa yah? tapi 1 hal, dia tampak gembira sekali, lebih dari itu, dia sangat gembira.

well, gw lupa belum ngasi tau sama kalian yah? secara fisik, anak ini memang ga sempurna, bahkan jauh dari kata-kata itu. matanya, bibirnya, hidungnya, cara bicaranya, dan tentu saja… tingkah lakunya… ya Tuhan๐Ÿ˜ฆ. sang supirpun terlihat sekali merasa sangat terganggu dengan tingkah laku si anak ini. ya mungkin dengan alasan teknis, si supir tidak dapat lagi dengan leluasanya melihat spion sebelah kiri. juga tidak konsen menyetir karena melihat tingkah laku si anak yang duduk tepat di sampingnya itu. si ibu yang duduk tepat disebelah gw, berteriak lantang :

‘De, cicing atuh, jempling!!’ (‘de, diem dong. diem!!’)

sungguh… tepat disaat itu jg….

gw…

menangis…

tepat disaat gw melihat adik itu bertingkah seolah dunianya memang hanya dunianya, gw menangis, walau hanya dalam diam, walau air mata yang keluar tak sebanyak sebelum2nya, tapi gw menangis…

apa yang terpikir di benak kalian seandainya kalian ada di posisi gw?

pada saat itu juga, gw tersadar akan sesuatu. gw… tentu saja, melihat diri gw sendiri, fisik gw sendiri, dan semua yang sudah Tuhan berikan buat gw. semuanya, lahir dan batin. karena itulah gw menangis. karena selama ini gw kurang bersyukur. sepertinya, ada makna dibalik pertemuan singkat gw dengan adik pemain drum itu. gw percaya, ga ada 1 hal pun di dunia ini yang kebetulan. ga ada. apapun itu, sekecil dan sesingkat apapun, Tuhan merencanakan dan membuatnya terjadi, untuk alasan, entah 1 atau beberapa. dan untuk yang ini, gw bersyukur. hanya dengan cara Nya lah, dia membuat semuanya berhasil…

…maka, nikmat Nya yang manakah yang kamu dustakan?…

terucap syukur yang tak terhingga, semoga selalu ingat akan karuniaNya

Alhamdulillah…๐Ÿ™‚

8 thoughts on “…maka, nikmatNya yang manakah yang kamu dustakan…

  1. yeah…1juh bgt…banyak sekali nikmat yg diberikan-Nya yg gak kita syukuri…terjadi jika kita hanya melihat ke atas…tanpa melihat juga ke bawah…dan ke depan agar tidak nabrak tentunya…

    di atas langit masih ada langit dan ternyata di bawah langit masih ada langit jg…langit-langit rmh mksdnya…huehue…

    mudh2an gw bs slalu inget ini…trims

  2. anak hebat! sama anak seperti ini jangan kasihan karena kekurangannya, seharusnya bangga karena mau terima keadaannya…

  3. being grateful means become a loyal surrender… surrender means obey the One who gives us all…

    ngaco, ga? hehehe…

  4. hiks3x… baca ini jadi pengen tobat gw, tnyata gw blum bisa mensyukuri nikmat Allah yang gw rasakan selama ini.. surat Ar-Rahman ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s