Menangis itu… cukup kah?

Adakalanya kita perlu ketawa agar kita tahu menilai mahalnya setitis airmata.

Adakalanya kita perlu menangis agar kita tahu hidup ini bukan sekedar untuk ketawa.

gw baru aja membaca kata2 ini di sebuah blog. begitu katanya. benarkah? uhmmm… iya. memang benar sih…

ah… maafin gw, kalo akhir2 ini blog gw belum jg bs ketawa2. gw bisa tersenyum, tp janggal rasanya kalo blm dari dalam hati. segala sesuatu itu, ga bagus kalo dipaksakan kan? ga bagus jg kalo gw terus berpura2. iya, gw kuat kok. kuat untuk ga menunjukkan semua kelemahan gw di depan orang2, tapi kalo lg sendirian? rasanya berat bgt…

eniwei, entah sudah berapa kali gw menangis, terhitung sejak minggu lalu. menangis itu seperti sudah menjadi rutinitas sehari-hari. poor me…:(Β  yang ditangisin malah ga ada, entah dimana, entah mikir apa, entah merasakan apa. iya, lo kuat, emang kuat, ga selemah gw, kuat juga untuk berangkuh hati ga memaafkan.balas dendam itu menyenangkan ya? go a head, dude…

cinta itu bukan transaksi. dan ga seharusnya kita mendadak menjadi saling menghitung, uda berapa kesempatan yg gw berikan buat lo, sedangkan lo ga memberikan gw kesempatan itu. sempet terpikir begitu memang. itu manusiawi kan? tp akhirnya gw sadar, ga berguna untuk mengemis satu kesempatan demi seseorang yang bahkan berniat memberikannya aja ga mau.

Menangis itu simbol kelemahan? atau simbol penyesalan? atau bahkan hanya sekedar simbol kesedihan? entahlah… gw sekarang2 ini, sudah mampu menangis dalam hati. buat kebaikan syapa? ga tau. tp gw enggan menangis depan banyak orang. hanya jika itu terpaksa dan ga terbendung lagi…

u are my number one, but not my only one —> yea…teruskanlah. walo sebenernya gw tau ini, masih aja sakit pas dengernya. gw sadar kok, hidup kita bukan hanya tentang 1 orang. bukan… masih banyak hal lain, orang lain, dan yang lain-lain…

kita itu kaya air dan minyak, ga bisa disatuin —> menyesal sekali mendengar lo berkata ini… iya, semoga ini memang yg terbaik buat lo, semoga… tapi 1 pertanyaan deh, kenapa dimulai? kenapa dimulai? bisa jawab?

ikhlas, Tia. sabar…

Semoga, ketulusan hati ga pernah salah memilih. semoga….πŸ™‚

– masih… disini… entah sampai kapan –

6 thoughts on “Menangis itu… cukup kah?

  1. waaaaaaaaa,,,,,,,,,,
    ini ceritanya speechless..
    wah tia hebat..bisa heal the world dalam beberapa hari!!
    kalo gw bisa sampe berbulan bulan tuh..
    i m proud of u so much!!

  2. hidup emang bukan cuma tentang 1 orang kan Q?πŸ™‚
    dan kalo masih banyak yang sayang sm kita, kenapa harus sedih berkepanjangan hanya karena kehilangan seorang? hehe
    cuma satu lho, kan masih banyak yang lainπŸ˜€

  3. makjang..cepet amat balesnya..ni window mozilla gw masi loading aja lho..hehehe..
    iya memang..tapi seperti kata mocca..
    loosing you it’s not the end of the world..but it’s true..that it’s definitely hurt..
    hoho..
    but i am okay now..hehe..

  4. mengasihi orang yang mencintai kita, adalah biasa.

    berbuat jahat kepada orang yang mencitai kita, adalah luar biasa(buruknya).

    membenci orang yang menyakiti kita, itu biasa.

    tetapi..

    tetap mengasihi orang telah menyakiti kita, itu luar biasa(mulianya).

    mungkin sulit untuk mengasihi seseorang yang telah menorehkan kesakitan yang teramat sangat bagi kita, tetapi jika kita mampu melakukan itu, maka yang ada hanyalah kepuasan hati yang teramat sangat karena telah melakukan hal yang begitu mulia.
    teruskanlah kasihi orang itu, meski dia telah menorehkan luka yang teramat sangat, karena kebahagiaan batin, bukan dengan membenci, tapi dimulai dengan ketulusan dan cinta kasih.

    saya seorang muslim,tp ijinkanlah saya sedikit bercerita tentang paus roma.
    beberapa tahun yang lalu, seusai perayaan misa di vatikan, paus ditembak orang tak dikenal. paus kritis, dan sang penembak tertangkap. maka ketika paus sembuh, hal pertama yang dilakukannya adalah memaafkan orang yang telah menembaknya, lalu menjenguknya di penjara, serta memohonkan ampunan baginya kepada hakim perkara.
    sebagai seorang muslim, saya dibuat terharu dengan sikap paus.

    jika tia mengalami kesedihan, itu manusiawi.
    jika tia ingin membalas dengan membenci, itu manusiawi.
    tetapi jka memutuskan untuk tetap mengasihi meski telah disakiti, maka tia akan merasakan kebahagiaan hati yang teramat sangat, dan menjadi manusia yang mulia. dan manusia mulia adalah yang terbaik di mata Tuhan.
    apalah artinya kehilangan kasih seseorang bila kasih tuhan masih selalu bersama Tia.

  5. untuk : titik koma tanda tanya (i hope i know who u r)
    makasi untuk komen yang begitu ‘niat’ hehe
    terimakasih sekali… itulah yg sedang saya lakukan sekarang…πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s