WHOEVER YOU ARE, I LOVE U, MOM…

Waktunya membahas tentang buku.
judul buku yang akan gw bahas adalah : WHOEVER YOU ARE, I LOVE U, MOM…


kisah nyata 116 anak perempuan tentang suka duka hubungan mereka dengan sang ibu
yang nulis adalah seorang wartawan asal Amerika bernama IRIS KRASNOW
(PS : kata salah satu temen gw, buku ini pernah dibagikan gratis di salah satu episode KICK ANDY, yg mana gw emang ga nonton, hehe)

Well, jujur aja, pertama kali gw tertarik untuk akhirnya membeli buku ini adalah dari judulnya, tentang ibu. seolah memang ga akan ada habisnya ngomong tentang ibu, gw penasaran apa yang akan diceritain sm buku ini. Karena apa? karena dibuku ini diceritain tentang hubungan yang ga sempurna antara seorang ibu dan anaknya.

116 kisah bow! whew…banyak kan tuh? hehe
terlebih lagi, semua yang ada di buku ini adalah true story. cerita nyata yang memang mengharukan…
di cover belakang buku ini ada tulisan si penulis seperti ini :

Apa gunanya kebencian di masa lalu untuk anda, untuk ibu anda, untuk anak2 anda, untuk pasangan anda, atau untuk orang lain yang anda kenal??
Anda hanya memiliki 1 kesempatan untuk memperbaikinya. anda takkan ragu2 membaca buku ini jika anda benar2 mencintai ibu anda’

Secara ringkas bisa gw bilang, inilah buku jujur yang secara bijaksana mengungkapkan ketidaksempurnaan, kebencian masa lalu, dan ketidakpuasan seorang anak terhadap ibunya. semua terangkum dalam satu buku dengan semua kisah yang beda2. gw mungkin ga bisa nyebutin satu persatu kisah dr para anak ini ke lo semua, tp ya yang akan gw bahas adalah intinya aja. semua yang ada di buku ini adalah mereka (para anak) yang beranjak tua (atau udah tua ya? hehe). umur mereka sekitar 40-60an saat ibu mereka juga mulai renta yaitu dengan kisaran umur 70-90an. ga mudah ternyata, untuk tetap ‘berdamai’ dengan para ibu di masa2 tua mereka. kan jadinya mereka itu seperti ‘beranjak tua bersama’? ya kan?

banyak ajaran2 Budha di dalam buku ini, salah satu yang gw inget adalah :

‘… kehidupan manusia dipenuhi dengan penderitaan karena kita cenderung menginginkan apa yang tidak kita miliki. Dengan melepaskan keinginan-keinginan itu serta melihat apa yang nyata, kita melangkah menuju rasa penyerahan dan kasih sayang…’

kata2 itu mungkin pas untuk anak2 yang selalu aja merasa kalo ibu mereka ga sempurna, kurang disini, kurang disitu, kurang semuanya… dan dengan pikiran kalo ‘coba nyokap gw lebih …. sedikit, atau lebih …. sedikit’. well… kita sebagai manusia, wajar sih selalu aja merasa kekurangan atau dengan kata lain, selalu aja merasa ga pernah puas.
tapi kenapa ga gini :

‘bersyukurlah atas apa yang sudah kau punya, dan jangan menyesal atas apa yang tidak kau punya’

gw yakin, hidup kita akan lebih tenang. iya dong, tenang karena rasa syukur itu melegakan. seengganya itu menurut gw. Begitupun dengan ibu kita. setidak sempurnanya ibu kita, gw yakin, dia sudah berusaha untuk menjadi seorang ibu yang terbaik. dia memang bukan mahadewi kan? bukan malaikat yang tanpa ‘cacat’. jadi kenapa ga bersyukur karena kita masih diberi kesempatan untuk menerima semua kasih sayangnya? juga bersyukur, karena selalu dicintai dan mencintai?? apalagi kalau ternyata ibu kita ini panjang umur. menua bersama terdengar menyenangkan. hehe…
karena, seperti yang di bilang di dalam buku ini :

‘semakin tua ibu kita, semakin mudah untuk merangkulnya, bahkan para ibu yang keras sekalipun’

Ada beberapa anak yang menyimpan kebencian mendalam pada ibu mereka, karena itu tadi, mereka merasa ibu mereka tidak sempurna. atau bisa juga karena ibu mereka melakukan satu atau beberapa kesalahan di masa lalu, di masa kanak2 or remaja anaknya. iya, seperti yang gw bilang td, ibu kita bukan mahadewi, bukan malaikat yang tanpa ‘cacat’. jadi, maafkanlah…

‘karena berpegang pada kebencian lama hanya akan meracuni kemampuan kita sendiri untuk mencintai, mengasuh, dan berkembang.’

jadi secara ga langsung, gw diberitahu caranya memaafkan. memaafkan orang yang mungkin seharusnya adalah yang paling sempurna di mata kita. karena kata salah satu novel yg pernah gw baca : orang yang paling kita cintai adalah orang yang paling bisa membuat kita sakit hati paling ‘dalam’.
ini pun berlaku ga hanya untuk ibu. bisa saja ayah, saudara, pacar, suami, sahabat atau syapapun dia yang memang orang terdekat kita.

‘untuk menutup luka, diperlukan usaha untuk mundur dari sikap keras kepala, dan ucapkanlah AKU MINTA MAAF, walaupun anda tidak merasa salah sedikitpun’

Berdamai dengan ibu kita, ga sesulit itu kok. itu sepertinya yang berusaha di jabarkan dalam buku ini. untuk berdamai dengan ibu, terlebih jika ibu kita sudah ada di masa2 akhir mereka. banyak diantara anak2 di dalam buku ini yang masih sempet mengucapkan ‘aku sayang ibu’ walau itu di saat2 terakhir hidup ibu mereka, dan ada pula yang menyesal karena belum sempat mengucapkan itu…
1 pelajaran lagi untuk kita semua, ucapkan lah rasa sayang itu selagi sempat… karena, kita ga tau rahasia Tuhan yang satu itu kan?? Kematian emang ga akan ada yang tau…

‘Mencintai berarti hadir secara utuh, mencintai berarti memberi perhatian’

3 thoughts on “WHOEVER YOU ARE, I LOVE U, MOM…

  1. pesonaMU….masih jelas kurasa…hingga kini, menemani hingga Ku dewasa…., Derai Air…mata dan pengorbannMU….tak kan tergantikan..TERIMA KASIH IBU…………….!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s