When will I see you again?
…I know I have a fickle heart and bitterness,
And a wandering eye, and a heaviness in my head,Don’t You Remember – Adele
sebulan sudah lewat,
saat aku terakhir kali melihat matanya
seminggu sudah lewat,
saat aku terakhir kali mendengar suaranya
ada banyak yang berubah,
namun bukan hatiku,
sama sekali bukan itu
kumohon,
jangan melucu, Semesta
jangan biarkan aku masih sama seperti dulu,
saat hadirnya mampu kuatkanku
kumohon,
jangan terus menerus melucu, Semesta
karena jika ia sudah melaju dayungnya,
mengapa aku masih tidak rela?
jangan,
jangan melucu, Semesta
karena ternyata,
keikhlasan lebih sulit dari apa yang kukira.
When was the last time you thought of me?
Or have you completely erased me from your memory?
I often think about where I went wrong,
The more I do, the less I know,
…Gave you the space so you could breathe,
I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,Don’t You Remember – Adele
Wow, puisinya bagus mbak. Bikin hati jadi cenat-cenut kek dengerin lagunya smash, sedah-sedih kek dengerin lagunya rossa, dan jingkrak-jangkrik kek dengerin laguya sule *loh?*
Err, yah kalo boleh sekedar saran nih, *kalao boleh loh ya, kalo ga ya… harus boleh* nulis puisinya pake EYD dong (halah), maksudnya huruf pertama huruf besar etc, heheh *sarannya garing ya?*
Puisinya bagus sih mbak, tapi berhubung dipake inggris-indonesia bergantian kok jadi terasa “aneh”. Bukannya apa-apa, pesan sedihnya jadi nggak kerasa – dan malah terasa lebay. Coba semuanya full indonesia, pasti lebih bagus lagi. Lebih terasa banget emosi jiwanya *apaan seeeh*
Anyway, mau promosi buku gue dulu ah, hehehe
Fantasy Fiesta 2011 Sudah Terbit!