Selamat Hari-mu, Mama!

Kemarin, adalah hari Ibu

Kemarin, Mama minta diantar ke Tanah Abang denganku.

Sejujurnya, saya tidak yakin akan sampai di sana. Pertama tentu karena saya tidak punya pengalaman ke suatu tempat yang saya tidak tau dengan mengendarai kendaraan sendiri, terlebih dengan adanya Mama sebagai boncengan.  yang terakhir karena, jauh. tentu saja jauh dari Tangerang, dengan diantar Papap saja rasanya kok tempat ini terletak jauh sekali.

Mungkin logikanya saya bisa saja menolak ya? Namun rasanya tidak plong menolak permintaan Mama tepat di Hari-nya (Hari Ibu). saya (sebisa mungkin) ingin menyenangkannya.

Nothing so special about that, except : I know that she’s happy.

Surgalah itu, Ibu
tempat pertama kali aku hidup,
dari rahim seorang wanita sepertimu

Surgalah itu, Ibu
barisan kata-kata yang tak pernah lelah kau ucapkan,
berikut air mata sebagai lekatnya permintaan,
aku tahu kau mendoakan anak-anakmu pada Tuhan

Surgalah itu, Ibu
semua pengorbananmu atas masa kecilku,
atas waktu-waktu bermain yang mungkin jarang kau berikan,
atas materi kehidupan yang selalu kau ajarkan,
aku tahu,
semua itu agar aku mengerti pentingnya kemandirian

Surgalah itu, Ibu
semua peluh yang kau sembunyikan,
semua risau yang hanya mampu kau rasakan,
aku tahu,
kau hanya ingin aku diselimuti ketenangan

lalu jika Tuhan menawarkan kebahagian,
akan kusebut satu nama untuk Dia dahulukan,
‘surgaku’,
: surgaku adalah kau, Ibu.

Selamat Hari-mu, Mama.
Aku tak akan mampu menjadi seorang aku, jika tanpa kasihmu.

Tangerang, 22 desember 2011

- Tia Setiawati Priatna

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s