I don’t know how much more love this heart can lose
And I’m dying, dying from the Exit Wounds
Where their leaving, the scars you’re keeping(Exit Wounds – The Script)
…
aku terluka, kamu penyebabnya,
tentu saja ada luka ketika ada raga kita berpisah,
namun hati yang jauh pergi, lebih dari sekedar menginggalkan nyeri
aku tentu akan merindumu,
lebih dalam dari rindu-rindu dahulu,
namun, masih pentingkah itu?
aku tak ingin membicarakan apa yang ada di hati,
karena sungguh,
itu hanya akan menambah nyeri yang masih coba kuobati
‘masih sayangkah kamu padaku?’,
katamu beberapa hari lalu,
kuharap aku mampu menjawab
: ‘selalu, bukankah kamu tahu itu?’
namun, mampukah kamu menyembuhkan luka-luka yang ada karenamu?
mampukah kamu menyelamatkan ragu yang sempat singgah di hatimu?
karena aku tentu ingin percaya,
seperti kita percaya pada cinta,
seperti hidup menganugerahi seorang wanita setia pada satu pria,
ah,
masih ada luka,
masih ada,
kau tak akan mampu merasa,
karena ini ada di hatiku,
: hatiku saja
.
Yeah this is living but without the will
I’m backing out, I’m shutting down
You left a hole, when you walked out(Exit Wounds – The Script)
siapapun yang berkata ‘aku mampu melupakannya seiring waktu’,
bisakah aku berbicara denganmu?
ada yang salah, kurasa
entah apa, mungkin kita dapat berbagi rasa
karena aku tak mungkin amnesia tiba-tiba dan melupanya,
karena aku (sebenarnya) hanya sekedar belajar untuk hidup tanpanya.
PS :
yes, this is gloomy edition of broken heart. I may want to make a cheer one, soon or in a time that I don’t know. You’ll see