Sabo Dam (Cremona Vol.2)

Halllow… Selamat siang, hehe ;)

Berikut ini adalah sebuah artikel dari masa lampau (he?). mungkin sekitar tahun 2006/2007. Jaman dimana saya masih menjabat sebagai Pemimpin Redaksi suatu majalah bidang teknik sipil.

Artikel ini sengaja saya post disini supaya ga ilang, hehe. Soalnya memang sempat hilang dan saya sempat kelimpungan nyari2 lagi. Aneh ya, kalo seorang Pemimpin redaksi ga nyimpen semua data, hehe emang dasar saya yang ceroboh sih, entah hilang dimana deh tuh, hehe.

okey, silahkan dibaca, lumayan buat nambah2 pengetahuan umum, hehe :D

dibawahnya sengaja saya kasih tampilan asli dr majalahnya. Oh ya, majalah ini juga bisa dibeli di toko buku Gramedia lho. jadi untuk kalian yang suka, silahkan beli! :D

———————————————————————————————————————————

Sabo merupakan bangunan dam atau bangunan dengan pelimpas yang dibangun untuk mencegah bahaya banjir lahar Merapi. Teknik sabo dam yang diperkenalkan oleh Tomoaki Yokota dari Jepang ini memiliki manfaat yang sangat besar. Selain sebagai pengendali lahar akibat letusan gunung berapi, sabo dam juga bermanfaat sebagai pengendali erosi hutan dan daerah pertanian serta mencegah bahaya longsor. Material pasir dan batu-batuan yang tertahan di sabo juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan.

Teknik sabo terus dikembangkan di Indonesia oleh para insinyur, khususnya para insinyur yang bekerja di proyek-proyek gunung berapi. Salah satu proyek penanggulangan bahaya lahar gunung berapi sudah dilaksanakan sejak tahun 1998. Berdasarkan pengalaman selama proyek tersebut, fungsi sabo dam secara lebih khusus adalah untuk menahan sementara lahar yang akan turun dari hulu ke hilir semaksimal mungkin. Kemudian lahar ini dialirkan sesuai kapasitas tampung bangunan hilir.

Sebelum menempatkan bangunan sabo dam, perlu diketahui terlebih dahulu informasi tentang volume lahar dingin yang akan turun dari daerah hulu dan arah pergerakannya.  Informasi ini dapat diperoleh dari pihak vulkanologi. Dengan data tersebut, pihak proyek lalu memeriksa palung-palung sungai, apakah akan mampu menampung guguran lahar dingin di waktu hujan.
Bangunan sabo sam berbeda dengan bendungan untuk irigasi. Sabo dam tidak memerlukan kekedapan tertentu sedangkan bendung harus kedap air untuk menjaga kestabilan bangunan terhadap bahaya guling atau geser. Namun demikian, dari segi pondasi tidak jauh berbeda, karena tubuh sabo dam berdiri di atas pondasi yang terletak di bawah muka dasar sungai. Kedalaman pondasinya mencapai 4 sampai 5 meter di bawah dasar sungai.

Kendala yang dihadapi dalam pembuatan pondasi tubuh sabo dam sama dengan pada pekerjaan pondasi bendung, yaitu berupa gangguan besarnya rembesan air yang mengalir ke lokasi pekerjaan. Untuk mengatasinya, seiring dengan pelaksanaan kontruksi sabo dam perlu dilakukan dewatering dengan menempatkan beberapa buah pompa yang berdiameter 6 inchi.

Sabo dam dibangun sepanjang sungai, semakin ke hilir kerapatannya semakin jarang. Lava dingin yang mengalir ke sungai akan tertahan di sabo. Apabila sabo pertama penuh, lava dingin akan melimpas ke sabo-sabo berikutnya. Dengan demikian, aliran lava dingin dapat diperlambat sehingga penduduk sekitar sungai masih memiliki cukup waktu untuk melakukan pengungsian. Selain itu, kerusakan di sekitar aliran sungai juga diharapkan dapat dikurangi.
(Tia, dari berbagai sumber)

ini dia hasil layout di majalah CREMONA
ini dia hasil layout di majalah CREMONA

6 thoughts on “Sabo Dam (Cremona Vol.2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s